ASSALAMUALAIKUM GAN !!!
sekarang udeh bulan november nih ,kalo buat di sekolah ane sih ada 2 peringatan penting yang ada dibulan ini .. peringatan yang pertama yaitu tanggal 10 november sebagai hari pahlawan nasional.. nahh ,peringatan yang kedua itu adalah tanggal 18 november sebagai hari lahir perserikatan MUHAMMADIYAH
maka dari itulahh ane membuat sebuah blog perdana yang berkaitan dengan kedua peristiwa tersebut .
Ane bakal ngasih info sedikit yang mudah-mudahan sih bermanfaat ,tentang para tokoh muhammadiyah yang menjadi pahlawan nasional.
Intronya udahan dulu coy ,sekarang kita bahas mengenai perkara ini :D :
pahlawan nasional :
1.K.H AHMAD DAHLAN
Kyai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis (lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868 – meninggal di Yogyakarta, 23 Februari 1923 pada umur 54 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia adalah putera keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. KH Abu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta pada masa itu, dan ibu dari K.H. Ahmad Dahlan adalah puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa itu.
Kyai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis (lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868 – meninggal di Yogyakarta, 23 Februari 1923 pada umur 54 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia adalah putera keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. KH Abu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta pada masa itu, dan ibu dari K.H. Ahmad Dahlan adalah puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa itu.
Pada tahun 1912, Ahmad Dahlan pun mendirikan organisasi Muhammadiyah untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam di bumi Nusantara. Ahmad Dahlan ingin mengadakan suatu pembaruan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam. la ingin mengajak umat Islam Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunan al-Qur'an dan al-Hadits. Perkumpulan ini berdiri bertepatan pada tanggal 18 November 1912. Dan sejak awal Dahlan telah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik tetapi bersifat sosial dan bergerak di bidang pendidikan.
Atas jasa-jasa KH. Ahmad Dahlan dalam membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia melalui pembaharuan Islam dan pendidikan, maka Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional dengan surat Keputusan Presiden no. 657 tahun 1961. Dasar-dasar penetapan itu ialah sebagai berikut: 1.KH. Ahmad Dahlan telah mempelopori kebangkitan ummat Islam untuk menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah yang masih harus belajar dan berbuat; 2.Dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikannya, telah banyak memberikan ajaran Islam yang murni kepada bangsanya. Ajaran yang menuntut kemajuan, kecerdasan, dan beramal bagi masyarakat dan umat, dengan dasar iman dan Islam 3.Dengan organisasinya, Muhammadiyah telah mempelopori amal usaha sosial dan pendidikan yang amat diperlukan bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa, dengan jiwa ajaran Islam; dan 4.Dengan organisasinya, Muhammadiyah bagian wanita (Aisyiyah) telah mempelopori kebangkitan wanita Indonesia untuk mengecap pendidikan dan berfungsi sosial, setingkat dengan kaum pria.
2.KIBAGUS HADIKUSUMO
Ki Bagus Hadikusumo merupakan salah seorang anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tak hanya itu, tokoh Muhammadiyah itu juga juga ikut merumuskan dasar negara Indonesia bersama Ki Hajar Dewantara dan Muhammad Hatta, Soekarno, Muhammad Yamin, AA Maramis, R Otto Iskandar Dinata, Mas Soetarjo Kartohadikoesoemo dan KH wahid Hasyim.
"Beberapa nama yang tersebut diatas sudah dianugerahi pahlawan nasional. Ini seakan ada diskriminasi karena sampai hari ini Ki Bagus Hadikusumo seakan terlupakan oleh pemerintah padahal sama-sama kita ketahui peran Ki Bagus Hadikusumo bersama Muhammadiyah pada masanya memberikan kontribusi besar terhadap keutuhan NKRI,"
Karena itu, pada momentum peringatan proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang, juga bertepatan dengan momen bulan suci Ramadhan, DPP IMM meminta Pemerintah Republik Indonesia segera memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Ki Bagus Hadikusumo. Karena beliau bukan hanya tokoh pemersatu umat Islam, tapi juga sebagai pemersatu bangsa.
"Dan kami meminta kerpada tokoh-tokoh Ormas dan partai politik terutama yang berbasis Islam untuk ikut mendukung penganugerahan pahlawan kepada tokoh islam lainnya seperti Kahar Muzakkir, Kasman Singodimedjo dan lainnya,"
Menurut Panitia Pengajuan Gelar Pahlawan Nasional PP Muhammadiyah, AM Fatwa, Ki Bagus Hadikusumo layak dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional.
Dalam seminar nasional Ki Bagus Hadkusumo Sang Negarawan yang digelar di Auditorium UHAMKA Limau pada Jumat kemarin, AM Fatwa mengungkapkan sejumlah alasan perlunya penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional pada tokoh Muhammadiyah tersebut.
Pertama, seperti dilansir muhammadiyah.or.id, Ki Bagus Hadikusumo merupakan pahlawan perintis kemerdekaan. Kedua, Ki Bagus Hadikusumo tercatat dalam lembar sejarah sebagai salah satu pemrakarsa Pancasila. Ketiga, Ki Bagus Hadikusumo memiliki visi kenegarawanan.
Menurut Fatwa, visi kenegarawanan Ki Bagus terlihat jelas saat ia menyetujui usulan formulasi sila pertama, "Ketuhanan Yang Maha Esa" yang tadinya berbunyi, "Ketuhanan Yang Maha Esa dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-Pemeluknya". Tidak mudah bagi Ki Bagus untuk meloloskan kalimat ini. Namun situasi saat itu sungguh genting, sehingga Ki Bagus berbesar hati demi kesatuan dan persatuan bangsa ini.
Selain memiliki sikap kenegarawanan, Ki Bagus juga dikenal sebagai salah seorang pendiri Angkatan Perang Sabil (APS) yang dibentuk dalam upaya menghadapi Agresi Militer Belanda I Yogyakarta pada 21 Juli 1947. Angkatan Perang Sabil bermarkas di Masjid Taqwa di Kampung Suranatan dan didukung oleh sejumlah ulama Muhammadiyah.
Pengusulan Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional pada Ki Bagus mendapat dukungan dari sejumlah tokoh yang menjadi pembicara dalam seminar nasional Ki Bagus Hadikusumo Sang Negarawan, seperti anggota Dewan Gelar, Jimly Asshiddiqie, dan sejarawan Taufik Abdullah serta gurubesar UIN Jakarta, Bachtiar Effendy.
segitu aje yang bisa ane sampein .. smoga siih bermanfaat.
maklumin aja ni postingan pertama ane ,bisa dibilang si baru-baru belajar buat blog.
WASSALAMUALAIKUM WR WB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar